Sabtu, 22 Februari 2014

Hypersomnia

                                Hypersomnia




           Pada postingan sebelumnya saya sudah menceritakan bahwa saya mudah sekali mengantuk.
Pernah pula saya mengetes diri, mencoba menuruti hawa ngantuk saya setiap kali muncul. Jadi pada suatu hari libur, saya bangun, solat subuh. Nah, habis solat subuh kebiasaan kita masih ngantuk kan? Tidur lagilah saya. Bangun kurleb jam 8, mandi – nonton tipi bentar – makan – habis makan kan biasanya kita ngantuk ya? Tidur lagi deh. Dan dengan suksesnya bangun jam 12-an, pas lagi waktunya solat dhuhur. solat dulu – Nonton tipi – ngantuk muncul lagi – tidur lagi. Dan dengan mudahnya langsung terlelap. Bangun-bangun eh udah laper aja, makan – solat ashar – nonton tipi – ngantuk – tidur lagi? Enggak deng, ditahan aja. Ngantuknya gak yang ngantuk banget. Jalan kemana, ngobrol, mandi – solat maghrib – makan lagi. solat Isya – nonton tipi bentar rasa kantuk menyerang lagi. Tidur aja deh, sampe besoknya. Abis itu ya,,, mikir aja, ternyata saya ini memang ngantukan. Gak ada masalah sama tidur. Gak sulit tidur, tapi sering mengantuk.
Kebetulan, pada hari Jumat yang lalu, KompasTV membahas mengenai tidur pada rubrikTanyaDokter yang dipandu oleh Dokter Mata Ferdiriva. Acara kali itu membahas beberapa fenomena yang berkaitan dengan tidur yang dialami beberapa orang, misalnya insomnia, tidur ngorok, tidur ngiler, tidur berjalan, dan yang mungkin berkaitan dengan saya, yaitu hypersomnia. Okeh, sejujurnya, saya sendiri agak ngeri kalo misalnya saya memang mengidap hypersomnia. Semoga saja enggak. #GetokGetokMeja
@@@
Hypersomnia, adalah kebalikan dari insomnia. Jika penderita insomnia susah tidur, maka hypersomnia banyak sekali tidurnya. Walaupun sudah tidur cukup, tapi masih saja mengantuk. Hanya sedikit dokternya membahas mengenai hypersomnia.
Hypersomnia beda dengan narkolepsi. Kalau hypersomnia adalah serangan kantuk, kalau narkolepsi adalah serangan tidur. Jadi seseorang bisa saja langsung tidur saat beraktivitas, tak peduli seberat apa aktivitas yang dilakukannya.
Contoh narkolepsi bisa anda lihat pada tokoh utama (Janus) dalam film KALA. Ngeri juga membayangkan gimana rasanya jadi penderita narkolepsi.
Sedangkan hal yang perlu diperhatikan pada penderita hypersomnia, adalah jangan sampai penderita hypersomnia mengalamai sleep apnea, atau kesulitan bernapas pada saat tidur. Alhamdulillah, saya rasa saya tidak memiliki gejala sleep apnea.
@@@
Saya baru saja browsing info mengenai hypersomnia aka Excessive Daytime Sleepiness (EDS). Here they are:
Hypersomnia (EDS) dalam Bahasa Indonesia mungkin dapat dikatakan sebagai kantuk berlebih di siang hari. Ini merupakan salah satu gejala seseorang menderita gangguan tidur. Gejala :
  • Selalu merasa lelah
  • Sering mengantuk
  • Sering tertidur dalam rapat
  • Kurang bersemangat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi pelupa
  • Libido menurun
Hypersomnia, or excessive sleepiness, is a condition in which a person has trouble staying awake during the day. People who have hypersomnia can fall asleep at any time; for instance, at work or while they are driving. They may also have other sleep-related problems, including a lack of energy and trouble thinking clearly.
Kelainan tidur yang dialami Andri dinamakan hypersomnia. Seringkali penderita gangguan ini dianggap memiliki gangguan jiwa atau malas. Para penderita hypersomnia membutuhkan waktu tidur yang sangat banyak dari ukuran normal. Meskipun penderita tidur melebihi ukuran normal, namun mereka selalu merasa letih dan lesu sepanjang hari.
Gangguan hypersomnia dapat diatasi sendiri oleh penderita dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri.
Sedangkan dari Wiki dan dari sumbernya wiki keterangan yang saya dapat adalah :
Hypersomnia is a disorder characterized by excessive amounts of sleepiness.
There are two main categories of hypersomnia:
  • primary hypersomnia (also called idiopathic hypersomnia), haracterized by excessive daytime sleepiness over a long period of time. The symptoms are present all, or nearly all, of the time.
  • recurrent hypersomnia (also called primary recurrent hypersomnia), involves periods of excessive daytime sleepiness that can last from one to many days, and recur over the course of a year or more.
Both have the same symptoms but differ in how often they occur. Persons experiencing recurring hypersomnia will have prolonged periods where they do not exhibit any signs of hypersomnia, whereas persons experiencing primary hypersomnia are affected by it nearly all the time.
@@@
GEJALA
Orang dengan hypersomnia memiliki jam tidur di malam hari yang lama. Mereka punya problem dengan bangun pagi serta susah untuk tetap terjaga sepanjang hari. Hypersomnia sering disamakan dengan narkolepsi, padahal keduanya berbeda. Jika penderita narkolepsi bisa tiba-tiba tidur, kalau penderita hypersomnia bisa merasa mengantuk sepanjang hari. Penderita Narkolepsi akan merasa segar setelah bangun, kalau penderita hypersomnia tidak begitu.
Hypersomnia berbeda dari perasaan capek karena kurangnya tidur di malam hari. Penderitanya merasa terdorong untuk tidur (drowsy) berulang-ulang pada siang hari, bahkan kadang di saat yang tidak tepat, seperti saat bekerja, saat makan, ngobrol, nyetir, dll. Tidur siang pun juga tidak dapat mengurangi rasa kantuk.
PENYEBAB
Penyebab hypersomnia masih belum jelas. Ada beberapa penebakan bahwa hypersomnia terkait dengan masalah pada hypothalamus yang ada di otak, but there is little evidence to support that claim.
Tapi menurut NINDS, beberapa penyebab hypersomnia adalah:
  • another sleep disorder (such as narcolepsy or sleep apnea),
  • dysfunction of the autonomic nervous system, or
  • drug or alcohol abuse.
  • In some cases it results from a physical problem, such as a tumor, head trauma, or injury to the central nervous system.
  • Certain medications, or medicine withdrawal, may also cause hypersomnia
  • Medical conditions including multiple sclerosis, depression, encephalitis, epilepsy, or obesity may contribute to the disorder.
  • A genetic predisposition may be a factor.
TREATMENT
Treatment is symptomatic in nature. Artinya apa ya? Mungkin “Pengobatan harus disesuaikan dengan asal (penyebab) gejalanya.” Diantaranya:
  • dengan obat-obatan stimulan, seperti amphetamine, methylphenidate, and modafinil.
  • Mungkin ada beberapa dokter yang akan memberikan resep obat seperti clonidine, levodopa, bromocriptine, antidepressants, and monoamine oxidase inhibitors.
  • Changes in behavior (for example avoiding night work and social activities that delay bed time) and diet may offer some relief.
  • Patients should avoid alcohol and caffeine. (Sigh!!!!) Saya malah butuh kafein kali, biar gak ngantuk.
Apapun itu, saya ingin mengenyahkan rasa kantuk yang sering muncul ini.
Dapat salam dari
http://ndorondoni.wordpress.com/2012/02/11/hypersomnia/

Sabtu, 08 Februari 2014

                                                                  



                                                              "   SAHABAT SEJATI  "
“Sebaik baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim) 
‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’
ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.
Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:
“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan(dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui, lagi maha mendalam pengetahuanNya.’
DALAM Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personality individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.
Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “ Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud). Bak kata pepatah Arab, “ Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”
Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya:
 “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:
  • Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
  • Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
  • Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
  • Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
  • Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
  • Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
  • Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
  • Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
  • Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
  • Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
  • Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
  • Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
  • Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
  • Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.
Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.
Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:
sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.
sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.
sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta , suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan.
Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Apa pun berkawanlah kerana Allah untuk mencari redha-NYA.